Saat ini gw sedang bersedih kawan dikarenakan adik sepupu ku divonis terkena leukemia atau kanker sel darah putih. Leukemia atau kanker sel darah putih merupakan salah satu jenis kanker yang sangat ganas kawan, karena harapan hidup dari manusia yang terkena leukemia adalah kurang dari 15% selama 5 tahun. Leukemia adalah penyakit dimana jumlah sel darah putih melebihi normal sehingga sel darah putih yg fungsi utamanya menghancurkan racun atau bakteri yang ada di dalam darah sehingga menghancurkan sel darah merah. Karena penderita kekurangan sel darah merah maka penderita akan mengalami rasa lemas dikarenakan kadar oksigen yang diikat di dalam darah berkurang.
Jujur sekarang perasaan gw sedang bercampur aduk kawan. Rasa gelisah, sedih, ketakutan menjadi satu kawan. Entah gw nggak ngerti harus bagaimana kawan, apakah gw harus menangis, harus berdiam diri menerima keadaan atau harus apa, merasakan berbagai harapan kosong.
Gw hanya bisa berdoa kawan kepada Tuhan semoga Tuhan memberikan mukjizat kepada adikku ini yang masih berumur 6 tahun. Terakhir gw lihat wajahnya …. rasanya perih kawan membayangkan muka kecil yang seharusnya merupakan muka ceria mendambakan masa depan tetapi hanya rasa asa yang hadir dalam rautnya. Perih rasanya kawan membayangkan berapa lama lagi waktu yang diberikan untuk melihatnya. Perih rasanya kawan dikala mengingat kembali berbagai kenangan bersamanya . Perih rasanya melihat dan mendengar ibunya menangis getir. Perih rasanya membayangkan akan kehilangan adikku untuk selamanya.
Gw berusaha untuk tetap meneguhkan hati ku ini kawan, tetapi apa daya ketika mengingat kembali apa yang akan terjadi hatiku ini bagai tertusuk paku tajam, hancur berkeping dan ku merasa bahwa hatiku ini ternyata selemah dan setipis lembaran kain.
Saat ini kawan aku hanya bisa bertanya kepadaNya kenapa memberikan cobaan yang seperti ini di dalam keluarga ku. Kenapa cobaan itu datang kepada keluarga yang teramat kecil dan sederhana. Dimana kebahagiaan mereka hanya bisa terukur bukan dengan harta dan materi, tetapi hanya dengan kehangatan dan senyuman anak anak yang ceria dan sehat. Anak-anak yang menjadi harapan untuk masa depan mereka kawan.
Tapi kawan semoga semua yang aku bayangkan tidak akan pernah terjadi. Berharap masih bisa bermain dengannya. Berharap masih bisa mendengar tawanya. Berharap masih bisa melihat senyumnya. Berharap masih bisa bercanda dengannya. Berharap masih bisa mengajaknya berjalan menyusuri kompleks rumah dengan sepeda motor. Berharap masih bisa membelikannya nasi gorek dan martabak kesukaannya. Berharap masih bisa mengajaknya untuk melihat film bioskop kesukaannya tidak hanya 1 kali tapi untuk kesekian kalinya. Berharap masih bisa memeluknya. Dan berharap masih bisa melakukan segala galanya bersama dia adik kecilku.
Semua itu ku kembalikan kepadaNya dan aku hanya bisa memanjatkan doa kepada Yang Kuasa.