BTIP Bali Trip 2013

Sudah lama rasanya saya tidak menyentuh blog ini hehehe.  Kali ini saya ingin menulis tentang salah satu liburan yang baru – baru ini saya ikuti.  Sebenarnya sih ini bukan hanya liburan saya saja, tetapi kebetulan ini adalah liburan unit kerja saya BTIP kepanjangan dari Biro Teknologi Informasi Perusahaan dimana saya bekerja sekarang.  Liburan kali ini juga sekaligus acara pelepasan Kepala Biro kami Bapak Bambang Sulistyo yang sudah mengabdikan dirinya sekitar 6 tahun di unit ini dan 27 tahunan di perusahaan ini, tahun ini tahun 2013 akhir bulan januari adalah masa npp beliau.

Tidak terasa sudah 3 tahun lebih saya bekerja di perusahaan ini dan baru kali ini unit kerja kami melangsungkan perjalanan liburan bersama setelah beberapa tahun lamanya tidak pernah ada sekalipun kesempatan untuk melakukan liburan bersama. Liburan kali ini mengambil tempat di salah satu pulau  yang dikenal dengan pulau dewata.  Ya, pulau itu adalah pulau Bali dimana mayoritas penduduknya menganut agama Hindu.  Bagi saya pribadi liburan ke pulau Bali adalah liburan yang cukup luar biasa, karena memang saya belum pernah ke Bali sebelumnya😛.  Sepertinya kalau pembaca membaca artikel ini akan tertawa terbahak2 atau mungkin malah mengasihani, dimana orang lain sudah sering sekali berlibur ke Bali sampai – sampai mungkin sudah seperti pergi ke WC kalau liburan ke Bali, tapi bagi saya ini adalah pengalaman pertama saya hehehe, jangan ditertawakan ya😛.

Agenda perjalanan liburan unit kerja kami ke Bali digawangi oleh beberapa teman kerja kami yang mungkin sudah agak gemes ingin liburan bersama – sama selama mungkin 5 tahun terakhir ini, dimana unit kerja lain mungkin mengadakan acara jalan – jalan ini ada yang setiap tahun, tapi bagi kami di unit BTIP ini adalah acara liburan pertama kali kami setelah kurang lebih 5 tahun unit ini berdiri, kalau dipikir – pikir kasian juga sih tapi agak lebih mendingan lah daripada tidak sama sekali.  Event Organizer alias seksi sibuk acara liburan ini digawangi oleh Pak Asep, Pak Kirno dan tentunya tidak terlepas dari salah satu Kepala Bagian kami Pak Dadan.  Ya Kepala Bagian kami yang satu ini, Pak Dadan, memang dikenal sebagai orang yang cukup sibuk kalau ada acara, mungkin karena orangnya sosialis.  Pak Dadan ini termasuk orang baru yang masuk ke unit BTIP walaupun secara masa kerja beliau sudah cukup lama di perusahaan kami, tetapi baru sekitar 1 tahunan ada di unit BTIP ini.  Beliau yang men-drive teman – teman untuk menginisiasi acara liburan ini karena mungkin ikut – ikutan gemes melihat keadaan kami yang tidak pernah liburan.  Bukan karena kami tidak mau liburan seperti unit kerja yang lainnya, tetapi tidak ada yang berani untuk menginisiasi liburan dan meminta ijin kepada direksi.  Baru pada saat ini lah kebetulan ada pak Dadan yang mau melakukan inisiasi dan ijin direksi untuk mengajak teman – teman BTIP berlibur.

OK sekarang lanjut ke agenda perjalanan kami ke pulau BALI hehehe😀

Perjalanan diset selama 3 hari dimana hari ketiga kami sudah harus pulang ke Jakarta.  Perjalanan kami menggunakan jalur udara (ya iya lah kalo lewat jalur darat kapan nyampainya).  Unit kami terdiri dari 15 orang, ukuran yang cukup kecil untuk Divisi IT.  15 orang itu terdiri dari Kepala Biro yang dikomandoi oleh Pak Bambang Sulistyo, Pak Dadan sebagai Kepala Bagian Pengembangan, Pak Agus Gunawan sebagai Kepala Bagian Operasional, Ibu Erwin, Pak Asep, Pak Kirno, Pak Philip, Ibu Maynarlis sedangkan para newcomer alias pendatang baru terdiri dari saya, mbak Arin, Diah, Indra, Nasir, Nita dan Randy.  Kebanyakan dari kami berkumpul di kantor pukul 04.00 subuh untuk bersama – sama berangkat menuju bandara.  Sebenarnya saya sendiri pada saat pertama kali diberitahu oleh Pak Asep bahwa harus kumpul jam 4 subuh agak ragu, kenapa ragu, ya biasanya saja jam berangkat kerja jam 8 tetapi saya sendiri baru bisa bangun jam 7 pagi, bagaimana kalau kumpul jam 4, berarti saya harus bangun jam 3 subuh untuk packing, mandi dan persiapan.  Dengan bermodal alarm hp yang diset dengan volume tertinggi dan nada dering paling nyaring akhirnya saya bisa bangun jam 3 subuh, sekalian sholat tahajud😛 yang biasanya nggak pernah sholat tahajud gara – gara ada liburan ini mendadak saya bisa jadi orang taat barang sebentar hehe.  Kebanyakan dari kami berkumpul jam 4 subuh di kantor sedangkan beberapa yaitu mbak Arin, Nita dan Pak Philip berangkat dari tempat masing – masing, kalau mbak Arin dari Surabaya karena kebetulan sedang cuti, Nita dari Semarang karena kebetulan juga sedang cuti dan Pak Philip menyusul pemberangkatan siang karena ada wisuda anaknya.  Setiba berkumpul di kantor kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menuju bandara.  Kebetulan saya sendiri bersama 2 teman saya yaitu Nasir dan Diah ikut mobil Pak Bambang Sulistyo untuk langsung menuju bandara, sedangkan kelompok Pak Dadan sedang menunggu teman – teman kami yang lain yang belum datang.  Ketika di dalam mobil perjalanan dari Kantor menuju Bandara agak tersentil juga telinga karena belum – belum Kepala Biro kami langsung menanyakan progress pekerjaan yang kami masih belum selesaikan, langsung di dalam hati saya sudah firasat kurang enak untuk perjalanan nanti di Bali pastinya ditanya terus mengenai progress pekerjaan.  Jadi sepanjang perjalanan dari Kantor menuju bandara kami bertiga tidak banyak omong dan berbicara seperlunya saja (nasib, nasib).  Setibanya kami di bandara, kami pikir bisa langsung masuk ke bandara karena menurut kabar tiket ada pada teman kami Randy dan dia sudah berangkat terlebih dahulu untuk check – in, lalu kami baru tersadar, gimana caranya si Randy mau check in kan KTP kita masih pegang masing – masing (gubraakkk!!!).  Dan yang parahnya ternyata si Randy datang belakangan dari rombongan kami weleh weleh weleh.  Tapi pada akhirnya kami semua bisa check – in tepat waktu dibantu oleh seorang staff maskapai penerbangan yang kami tumpangi.  Perjalanan udara ditempuh sekitar 2 jam dimana waktu Bali mengikuti waktu WITA yaitu lebih cepat 1 jam dari waktu normal kami di Jakarta.

Sesampainya kami di bandara Ngurah Rai Bali, kami disambut oleh travel agent yang sudah kami booking dan salah seorang teman lama kami yaitu Pak Toto.  Pak Toto ini sebelumnya bekerja di unit kami BTIP, sampai akhirnya dia ditarik ke salah satu proyek tol di Bali.  Ya maklum saja dia orangnya multi skill, IT bisa, konstruksi juga bisa karena secara background dia pernah dilatih di lab konstruksi ITB jadi sudah kenal seluk beluk konstruksi jalan tol.  Pak Toto ini juga dikenal sebagai orang yang humoris, periang plus (plus nya ini yang penting) suka ngomel – omelin orang.  Kalo ada orang yang kerjaannya nggak beres pasti selalu di omel – omelin, jadi kadang orang males minta bantuan ke Pak Toto selama di IT, karena bukannya dibantu malah akhir – akhirnya diomel – omelin.  Tapi walaupun begitu, Pak Toto ini orang yang paling menyenangkan di kantor karena karena kalau ada dia suasana kantor jadi riang hehehe (I Love You Pak Toto :P).    Kemudian setelah rombongan kami tiba di Bandara Ngurah Rai Bali kami masih menunggu beberapa orang yaitu mbak Arin dan Nita yang berangkat dari kotanya masing – masing.  Kalau mbak Arin tak berapa lama setelah kami tiba dia sudah nongol, yang lama datangnya adalah si Nita,  tapi setelah beberapa lama kita tunggu akhirnya Nita terlihat juga, akhirnya saya tapuk tangan saja menyambut si Nita bak menyambut artis (gara – gara kelamaan) hehehe.

Setelah disambut di bandara dan dikalungkan bunga kamboja sebagai tanda penyambutan (padahal kan bunga kamboja biasanya ada di kuburan hiiiii ) akhirnya kami menuju objek wisata pertama kali yaitu ke Bedugul.  Selama perjalanan ke Bedugul, sang pemandu (guide) menjelaskan sedikit kebiasaan – kebiasaan adat Bali.  Kami dijelaskan mulai dari nama – nama gelar Bali seperti Made, Kadek, Gede, dll yaitu sebagai penanda urutan anak ke berapa.  Di perjalanan kami juga banyak melihat penduduk sekitar sedang mengadakan upacara kecil dan memasang sesajen berupa riasan janur di mobil dan motor.  Kami bertanya – tanya kenapa banyak sekali sesajen yang dipasang, ternyata hari itu adalah hari besi dimana banyak penduduk bali melakukan upacara untuk menyambut hari besi tersebut dan memasang sesajen di barang – barang dari besi termasuk kendaraan bermotor.  Sebelum sampai ke Bedugul kami mampir dulu ke salah satu rumah makan di perbukitan, karena perjalanan ke Bedugul serasa perjalanan menuju puncak.  Udaranya – udara dataran tinggi dan pemandangannya eksotis.  Pada saat kami makan siang di salah satu rumah makan tersebut, kami sekaligus disuguhi pemandangan dataran tinggi yang eksotis dengan pikatan gunung – gunung tinggi, berasa di puncak deh pokoknya.  Makanan yang berkesan di rumah makan tersebut bagi saya adalah sate lilit (karena saya memang penggemar sate hehehe).

Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan ke Bedugul.  Akhirnya tibalah kami di objek wisata Bedugul, dimana kami disuguhi pemandangan danau yang eksotis.  Di bawah adalah foto – foto pada saat kami di Bedugul.

 

Setelah selesai kami bermain  – main di Bedugul dan berfoto – foto, lalu kami melanjutkan perjalanan kami ke objek wisata Tanah Lot.  Di Tanah Lot ini kami disuguhi pemandangan pura yang berada di tengah laut, pemandangan pantai yang indah dan adanya ular yang dianggap suci karena konon katanya ular tersebut tidak pernah beranjak keluar atau pergi dari tempatnya.  Berikut foto – fotonya.





Cont …

a simple man

Tagged with:
Posted in Experience

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2013
M T W T F S S
« Nov   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Blog Stats
  • 72,745 hits
%d bloggers like this: